Selamat datang dirumah Megatron

Peluang Ketua DPW Partai Amanat Nasional

Written By grandong on Jumat, 09 Desember 2011 | 10:13

Peluang Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Ashabul Kahfi mendampingi Syahrul Yasin Limpo di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel kian menipis. Golkar Sulsel menegaskan, Syahrul tidak akan memilih calon wakil gubernur (cawagub) dari kalangan nonkader. Menurut Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Hoist Bachtiar, paket Golkar- Golkar sudah harga mati dalam menghadapi Pilgub Sulsel 2013. Keputusan itu diambil untuk menghindari terulangnya kekalahan Golkar seperti pada Pilgub Sulsel 2007.

Saat itu, Golkar yang mengusung Ketua DPD I HM Amin Syam tidak menggandeng kader Golkar di posisi cawagub. Akibatnya, kader Golkar yang potensial jadi cawagub dirangkul kandidat lain yang berujung pada kekalahan Golkar. Salah satu kesalahan Golkar saat itu adalah memaketkan Amin Syam dengan nonkader. Hal ini berdampak pada tidak solidnya kader.

Untuk itu, jangan sampai Golkar mengulangi kesalahan pada pilgub lalu itu,” tutur Hoist di Makassar, kemarin. Pada Pilgub Sulsel 2007, Golkar mengusung Amin Syam–Mansyur Ramli (Asmara). Amin menggandeng Mansyur Ramly yang berlatar belakang akademisi. Partai Golkar dikalahkan pasangan Syahrul Yasin Limpo– Agus Arifin Nu’mang (Sayang) yang diusung koalisi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan,dan Partai Damai Sejahtera PDS.

Agus Arifin Nu’mang merupakan kader Golkar yang saat itu menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel. Hoist yang juga Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini mengakui ada tiga kader Golkar yang berpeluang mendampingi Syahrul di pilgub mendatang. Ketiganya, yakni Ketua Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulsel Agus Arifin Nu’mang,Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sulsel Andi Muallim, dan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Sulsel Moh Roem.

“Ketiganya memiliki peluang yang sama untuk mendampingi Syahrul. Satu yang pasti, salah satu dari mereka harus terpilih menjadi calon wakil gubernur ,”tegasnya. Hoist menjelaskan, penentuan cawagub Golkar tetap melalui mekanisme survei dengan melibatkan unsur DPP Partai Golkar dengan meminta pertimbangan calon gubernur yang diusung. Ditanya sikap PAN jika nantinya Syahrul Yasin Limpo memilih figur lain sebagai calon wakil, Kahfi menjawabnya diplomatis.“

Kami belum berpikir ke arahitu,yangpastikamikerja dululah,”ujar dia kemarin. Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PAN Sulsel, Muchlis Panaungi mengakui Ashabul Kahfi harus bersaing dengan kader Golkar untuk mendampingi Syahrul yang tak lain merupakan bakal calon incumbent. “Saya akui persaingan menjadi pendamping Syahrul memang sangat ketat.

Namun, waktu masih panjang untuk melakukan sosialisasi. Apalagi, Pak Syahrul membuka ruang kepada siapa saja,”jelas Muchlis baru-baru ini. Sementara itu, DPW PAN Sulsel akan meminta petunjuk DPP terkait sikap partai berlambang matahari terbit itu di Pilgub Sulsel mendatang. Hal itu akan disampaikan di Rakernas dan Silatnas PAN di Jakarta, 9-11 Desember 2011. “Kami akan melaporkan perkembangan Pilgub Sulsel secara umum.

Kita tidak bicara spesifik terkait orang per orang yang akan diusung.Sebelumnya kita sudah sampaikan bahwa kita akan mendorong kader,dan DPP merespons dan mengapresiasinya,” jelas Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, kemarin. Menyinggung siapa yang akan diusung di posisi 01 (calon gubernur), Kahfi belum bisa memastikan dengan alasan masih melihat dinamika politik yang terjadi.

Anda sedang membaca artikel Peluang Ketua DPW Partai Amanat Nasional dan artikel ini url permalinknya adalah http://www.blog.grandong.com/2011/12/peluang-ketua-dpw-partai-amanat.html
Semoga artikel Peluang Ketua DPW Partai Amanat Nasional ini bisa bermanfaat.

Related Posts

0 komentar: